Djarot Minta Warga DKI Jakarta Kontrol Pemerintahan Anies-Sandi


Nursita Sari
Kompas.com - 14/10/2017, 12:49 WIBGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017).
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta warga DKI Jakarta mendukung pemerintahan Gubernur periode 2017-2022 yang dipegang Anies Baswedan, didampingi wakilnya, Sandiaga Uno.

Dia meminta warga untuk ikut mengontrol atau mengawasi pemerintahan Anies-Sandi.

"Kalau warga Jakarta saya bilang sekarang kami minta ya dukung pemerintahan berikutnya (Anies-Sandi) dan tetap dikontrol."

Kalimat itu diungkapkan Djarot di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017).

Djarot menjelaskan, dia dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah memiliki standar pemerintahan di Ibu Kota.

Salah satunya dengan menerapkan sistem penganggaran secara elektronik melalui e-budgeting.

Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga Kejaksaan.

Kerjasama itu dibangun untuk mengawasi penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta.

"Saya dengan Pak Ahok berusaha untuk bekerja maksimal dan kami sudah punya standar, birokrasi sudah punya standar, kepuasan warga sudah cukup bagus."

"Jadi tolong warga Jakarta, apa yang sudah kami bangun itu dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara maksimal," kata Djarot.

Sabtu ini adalah hari terakhir Djarot menjabat sebagai gubernur. Pada pukul 00.00 nanti, Djarot tak lagi berstatus sebagai gubernur dan telah purna-jabatan. 

Comments

Popular posts from this blog

Kronologi Dilarangnya Panglima TNI Gatot Nurmantyo Masuk ke Wilayah AS

BCA Dukung Program Pembangunan Infrastruktur Pemerintah

"Udah Panas-panasan, Bukan Prabowo Pulak yang Datang, Kecewa Kami..."